![]() |
| Rohmad Riyadi, S.Kom |
Pangkalan Islam - Pengalaman hidup yang tidak hanya memberikan pelajaran, tetapi juga semakin menguatkan keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT. Salah satunya adalah pengalaman ketika saya dua kali diminta membantu melakukan ruqyah terhadap remaja putri yang mengalami kondisi tidak biasa.
Dua peristiwa ini memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan doa, keagungan Al-Qur'an, serta pentingnya meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT.
Kasus Pertama: Remaja Putri yang Sangat Membenci Ibunya
Pengalaman pertama terjadi ketika saya usai melaksanakan Shalat Sunah Ba'diyah di sebuah Masjid di Bekasi, tiba - tiba usai salam saya mendengar dibelakang saya kurang lebih 5 meter tengah kesurupan memaki maki ibunya tidak terkontrol mungkin merekapun jamaah shalat pada saat itu. Ternyata seorang remaja putri seusia SMA yang sedang mengalami kondisi kesurupan didampingi ibunya.
Salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah munculnya sikap penolakan dan kebencian yang sangat kuat terhadap ibunya sendiri.
Padahal, ibu adalah sosok yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan penghormatan dari seorang anak.
Melihat kondisi tersebut, saya berusaha membantu dengan pendekatan doa dan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an. Saya meyakini bahwa Al-Qur'an merupakan petunjuk sekaligus rahmat dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman.
Sebagaimana firman Allah SWT:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Isra: 82).
Keberhasilan membuat normal menstabilkan anak remaja putri itu menjadikan salah satu Pengalaman Meruqyah bagi saya .
Kasus Kedua: Remaja Putri Mengalami Kesurupan Saat Ta'ziyah
Pengalaman kedua terjadi ketika seorang remaja putri seusia SMA mengalami kondisi kesurupan saat menghadiri kegiatan ta'ziyah.
Peristiwa tersebut tentu menimbulkan kepanikan bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.
Kebetulan kejadiannya tidak jauh dari rumah saya satu RT, ada salah satu warga yang memanggil saya untuk membantu.
Dalam situasi seperti itu, diperlukan ketenangan, bukan justru menambah ketakutan. Saya kemudian membantu dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa yang diajarkan dalam tuntunan Islam.
Bagi saya, pengalaman kedua ini semakin memberikan pelajaran bahwa seorang Muslim harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta efek nyata dampak bacaan Al Qur'an sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah.
Tidak ada kekuatan yang dapat menandingi kekuasaan Allah. Bacaan Al-Qur'an bukanlah mantra, bukan pula kekuatan yang dimiliki manusia secara pribadi. Kesembuhan dan pertolongan sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.
Keberhasilan Dua Pengalaman ini, tentu membuat Iman semakin bertambah.
Dua pengalaman tersebut tentu memberikan saya beberapa pelajaran penting.
Pertama, semakin yakin terhadap keagungan Al-Qur'an.
Al-Qur'an bukan sekadar bacaan untuk mendapatkan pahala, tetapi juga petunjuk kehidupan, penenang hati, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Kedua, semakin menyadari kelemahan manusia.
Manusia tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa pertolongan Allah. Karena itu, jangan sampai pengalaman membantu orang lain justru melahirkan kesombongan atau merasa memiliki kesaktian.
Ketiga, memperkuat tauhid dan tawakal.
Ruqyah bukan tentang kehebatan orang yang membacakan ayat, melainkan tentang doa, ikhtiar, keyakinan, dan ketergantungan kepada Allah SWT.
Keempat, mengajak umat semakin dekat dengan Al-Qur'an.
Jangan hanya membaca Al-Qur'an ketika menghadapi kesulitan. Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Jangan Lupakan Ikhtiar Medis
Ada satu hal yang juga penting untuk dipahami. Kondisi seseorang yang tampak seperti kehilangan kesadaran, mengalami perubahan perilaku, atau menunjukkan reaksi tidak biasa perlu disikapi secara bijaksana.
Tidak semua kondisi demikian dapat dipastikan sebagai gangguan gaib. Faktor kesehatan fisik maupun psikologis juga perlu diperiksa oleh tenaga medis profesional.
Ruqyah yang sesuai tuntunan Islam menjadi ikhtiar spiritual, berjalan berdampingan dengan pemeriksaan dan penanganan medis yang diperlukan.
Penutup: Al-Qur'an Menguatkan Keyakinan kepada Allah
Dua kali pengalaman membantu ruqyah tersebut bukan membuat saya merasa hebat, melainkan justru semakin menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT.
Saya semakin memahami bahwa Al-Qur'an memiliki kedudukan yang sangat agung dalam kehidupan seorang Muslim.
Ketika manusia menghadapi persoalan yang tidak mampu dipahaminya, jangan pernah meninggalkan Allah. Perbanyak doa, bacaan Al-Qur'an, ikhtiar, dan tawakal.
Bukan karena hebatnya orang yang meruqyah, bukan pula karena kekuatan suaranya ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Akan tetapi, Allah-lah pemilik segala kesembuhan dan pertolongan.
Semoga pengalaman ini semakin menambah keimanan, memperkuat tauhid, dan menggerakkan kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an.
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku."
(QS. Asy-Syu'ara: 80).
Rohmad Riyadi, S.Kom.
Pegiat Dakwah Bekasi WhatsApp : 085719752380




























.png)

