| Rohmad Riyadi, S.Kom |
Pangkalan Islam - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program besar yang memiliki tujuan mulia, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang memenuhi standar kesehatan. Agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan sistem pengelolaan yang profesional, termasuk dalam proses pengadaan barang seperti bahan pangan, peralatan distribusi, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Sebagai seseorang yang pernah terjun di bidang purchasing dan pengelolaan supplier, penulis memahami bahwa tantangan utama dalam pengadaan adalah memastikan bahwa proses berjalan transparan, adil, dan sesuai regulasi, sehingga tidak terjadi praktik “rebutan supplier” atau tekanan kepentingan tertentu. Untuk itu diperlukan Sistem Pengadaan Barang yang terstruktur dan terbuka.
Pengalaman pribadi penulis sebagai praktisi bidang purchasing salah satu proses pengadaan barang secara singkat, dari mulai penawaran barang, rekomendasi manajemen hingga 4 level manajer yang menyetujui atau menandatangani, karena saat itu penulis bekerja pada perusahaan Jepang penyetuju terakhir di approve staf japan sebagai approvernya.
Tahapan penting dalam pemilihan supplier dilakukan berdasarkan prinsip kompetitif dan transparan: | Aspek Penilaian | Keterangan | |--|--| | Kualitas & standar makanan | Kesesuaian gizi, higienitas, sertifikasi | | Harga & efisiensi | Kompetitif & sesuai pagu anggaran | | Ketepatan distribusi | Kapasitas logistik | | Reputasi | Track record & testimoni | | Layanan purna jual | Respons komplain & garansi |
Metode penilaian dapat menggunakan:
Scoring sistem, Uji sample (uji organoleptik & nilai gizi)
Presentasi supplier
Dokumen:
📌 Berita Acara Evaluasi Supplier (BAES)
Demikian tulisan ini, sebenarnya secara rinci bisa panjang sangat panjang, bisa jadi 1 atau 2 buku.. hehehe.
Semoga program Makan bergizi gratis dari pemerintah berjalan lancar, menyehatkan bangsa.
Salam sehat
Rohmad Riyadi, S.Kom
Praktisi Purchasing.







0 comments:
Post a Comment