![]() |
| Ilutrasi - Berqurban |
Oleh : Rohmad Riyadi, Kom
Khutbah Pertama
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, serta kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul di masjid yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Selaku khatib, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Setiap tahun, umat Islam merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Perayaan ini bukanlah sekadar ritual penyembelihan hewan ternak, melainkan sebuah momentum besar untuk menggali hikmah mendalam dari sejarah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Kepatuhan dan Keikhlasan Tanpa Batas
Allah SWT menguji Nabi Ibrahim AS melalui mimpi untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail. Bayangkan perasaan seorang ayah yang telah menanti buah hati selama puluhan tahun, namun diperintahkan untuk mengorbankannya. Namun, karena dilandasi iman yang kokoh, Nabi Ibrahim melaksanakannya.
Artinya: "Ia (Ibrahim) berkata: 'Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!' Ia (Ismail) menjawab: 'Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar'." (QS. As-Saffat: 102)
Hakikat Pengorbanan
Ibadah kurban mengajarkan kita untuk melepaskan sifat egois dan cinta dunia yang berlebihan. Hewan kurban hanyalah simbol. Yang sampai kepada Allah bukanlah darah atau dagingnya, melainkan ketakwaan kita.
Artinya: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37)
Kepedulian Sosial
Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Melalui pembagian daging kurban, kita diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Kesalehan individu harus dibarengi dengan kesalehan sosial.
Jamaah yang Berbahagia,
Mari kita jadikan Idul Adha tahun ini sebagai sarana untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri kita: sifat rakus, sombong, iri, dan mau menang sendiri. Mari kita ganti dengan sifat sabar, ikhlas, dan peduli.
Khutbah Kedua
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Sebagai penutup, marilah kita renungkan bahwa kurban bukan hanya rutinitas tahunan. Kurban adalah pernyataan cinta kita kepada Allah di atas segalanya. Jika Nabi Ibrahim mampu mengorbankan anaknya demi perintah Allah, mampukah kita mengorbankan sedikit harta, waktu, dan tenaga kita untuk membantu agama Allah dan menolong sesama?
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, memberikan kita kekuatan untuk meneladani kesabaran keluarga Nabi Ibrahim, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.






.png)

0 comments:
Post a Comment