Pangkalan Informasi Islam

Selamat Datang di Pangkalan Islam, Media Dakwah dan Informasi

25 May 2026

Beberapa Indikator Haji Mabrur

 

Rohmad Riyadi, S.Kom

Pangkalan Islam - Haji merupakan rukun Islam yang kelima dan menjadi impian kaum Muslimin di seluruh dunia. Namun, tujuan utama dari ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual ke Tanah Suci, melainkan memperoleh predikat “Haji Mabrur.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.”

— HR. Bukhari dan Muslim

Lalu, apa indikator atau tanda-tanda seseorang mendapatkan haji mabrur?

Para ulama menjelaskan bahwa kemabruran haji akan tampak dari perubahan iman, ibadah, akhlak, dan perilaku seseorang setelah pulang dari haji.

Berikut beberapa indikator haji mabrur berdasarkan Al-Qur’an, hadist, dan pendapat ulama.

1. Iman Bertambah

Haji mabrur akan melahirkan peningkatan keimanan kepada Allah ﷻ. Seseorang menjadi lebih dekat kepada Allah, lebih takut kepada dosa, dan lebih yakin kepada kehidupan akhirat.

Allah ﷻ berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka.”

— QS. Al-Anfal : 2

Ibadah haji mengajarkan:

keikhlasan,

kesabaran,

pengorbanan,

serta tawakal kepada Allah.

Karena itu, sepulang haji seharusnya:

lebih rajin menghadiri majelis ilmu,

lebih cinta Al-Qur’an,

dan semakin menjaga tauhid.

Pendapat Ulama

Hasan Al-Bashri mengatakan:

“Tanda haji mabrur adalah seseorang menjadi lebih zuhud terhadap dunia dan lebih mencintai akhirat.”

2. Ibadah Lebih Baik

Indikator berikutnya adalah meningkatnya kualitas ibadah setelah berhaji.

Bukan hanya semangat ketika di Makkah dan Madinah, tetapi istiqamah setelah pulang:

menjaga shalat berjamaah,

memperbanyak dzikir,

membaca Al-Qur’an,

dan memperbaiki sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal).”

— QS. Al-Hijr : 99

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.”

— HR. Bukhari dan Muslim

Hikmah Haji

Ketika berhaji, seorang jamaah dilatih disiplin:

tepat waktu,

sabar dalam ibadah,

dan taat terhadap aturan syariat.

Jika sepulang haji ibadahnya justru menurun, maka kemabruran perlu dievaluasi.

3. Akhlak Lebih Mulia

Akhlak mulia merupakan tanda paling nyata dari haji mabrur.

Allah ﷻ berfirman:

“Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji.”

— QS. Al-Baqarah : 197

Ayat ini menunjukkan bahwa haji bukan hanya ritual fisik, tetapi juga pendidikan akhlak.

Orang yang hajinya mabrur akan:

lebih sabar,

lebih santun,

menjaga lisan,

tidak mudah marah,

dan menghormati sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

— HR. Tirmidzi

Pendapat Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan:

“Haji mabrur adalah haji yang tidak dicampuri dosa.”

Karena itu, setelah haji seseorang seharusnya meninggalkan:

ghibah,

dusta,

sombong,

dan perilaku buruk lainnya.

4. Peduli Sesama

Haji mabrur tidak hanya melahirkan kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial.

Rasulullah ﷺ ketika ditanya tentang haji mabrur bersabda:

“Memberi makan dan menyebarkan salam.”

— HR. Ahmad

Hadist ini menunjukkan bahwa tanda haji mabrur adalah:

suka membantu,

peduli kepada masyarakat,

ringan bersedekah,

dan membawa manfaat bagi orang lain.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa.”

— QS. Al-Maidah : 2

Orang yang mendapatkan kemabruran haji biasanya:

lebih aktif di masjid,

membantu dakwah,

memperhatikan fakir miskin,

dan menjaga ukhuwah Islamiyah.


5. Menjauhi Maksiat

Indikator penting lainnya adalah semakin menjauhi kemaksiatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa berhaji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan ibunya.”

— HR. Bukhari dan Muslim

Haji yang mabrur akan membuat seseorang:

takut berbuat dosa,

menjaga pandangan,

menjaga lisan,

menjauhi riba,

serta meninggalkan kebiasaan buruk.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.”

— QS. Al-Baqarah : 168

Pendapat Ulama

Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan:

“Di antara tanda diterimanya amal adalah munculnya amal saleh setelahnya.”

Maka tanda haji diterima adalah semakin mudah melakukan kebaikan dan semakin berat melakukan maksiat.


Rohmad Riyadi, S.Kom

Khadimud Da'wah Bekasi


Wallahu a'lam Bishowab.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Umrah 6 Juli 2026 Hub. 085719752380

Translator Bahasa Dunia

Visitor

free web counter

SAVE ROHINGYA

Powered by Blogger.
ads ads ads ads

Latest Posts

Recent comments

Popular Posts

Pages