| Rohmad Riyadi ( Pegiat Dakwah Media ) |
Pangkalan Islam - Kemajuan dan perkembangan teknologi saat ini begitu sangat mudah untuk mengakses, mempublikasikan, atau menshare atau menerima informasi.
Salah satu hal yang sedang trend terpublikasikan oleh user baik dalam maupun luar negeri adalah sajian atau konten Prank yang secara terjemahan atau maknanya adalah lalucon atau lawakan, yang kadang Prank itu sendiri terkadang tidak sesuai dengan norma - norma agama maupun sosial yang kadang atau banyak konten yang ditampilkan berisi sebuah kedhaliman dan kejahatan terhadap orang lain, sehingga membuat korban Prank merasa kesal, marah, terdhalimi, termalukan dan lainnya, konten - konten yang berisi hal - hal yang bertentangan dengan nilai nilai agama, sehingga tidak sengaja pengguna dan konsumen media teknologi khususnya media sosial online menjadi seperti sudah biasa disuguhkan hal yang tidak ingin dilihat atau tidak layak dikonsumsi.
Terkait hal ini jika kita tidak bisa memfilter atau tidak bisa secara bijak dalam memanfaatkan teknologi ini, maka dampaknya akan membawa dampak buruk, baik dampak individu, keluarga, sosial dan lainnya. Bahkan perkembangan teknologi, jika kita sikapi sebagai ummat beragama yang tentu akan berfikir apakah dampak teknologi ini, apa yang di share, dipublikasikan atau yang diterima oleh kita sesuai atau tidak dengan ajaran agama?, tentu akan menjadi perhatian serta pertimbangan yang serius bagi kita Ummat beragama khususnya Ummat Islam.
Dalam Islam begitu sangat diatur bahkan diperingatkan secara keras oleh Allah SWT melalui Al Qur'an maupun disampaikan melalui Hadist Rasulullah. Setiap amal kebaikan walaupun sebesar Atom atau biji Dzarah akan mendapatkan balasan, begitu pula setiap kejahatan atau keburukan walaupun sebiji Dzarah akan mendapat balasan dari Allah SWT.
99.Az-Zalzalah : 7
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
99.Az-Zalzalah : 8
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Selain peringatan Allah SWT melalui Ayat diatas, harus kita kembali merenungi, merefresh hadist Rasulullah, apakah perbuatan kita menjadi Amal Jariyah yang pahalanya akan terus mengalir atau justru menjadi dosa jariyah yang dosanya terus mengalir akibat kita salah menggunakan teknologi.
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء
“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).
Semoga Allah melindungi kita semua.
Bekasi, 30 Januari 2022
Rohmad Riyadi, S.Kom
Pegiat Dakwah Media.







0 comments:
Post a Comment