![]() |
Pangkalan Islam - Banyak orang terkejut ketika mendengar bahwa di beberapa wilayah Norwegia, matahari tidak terbenam selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan pada musim panas. Sebaliknya, pada musim dingin, matahari hampir tidak muncul sama sekali. Fenomena ini dikenal sebagai Midnight Sun (matahari tengah malam) dan Polar Night (malam kutub).
Sebagian orang kemudian menyebutnya sebagai "negeri tanpa Maghrib". Ungkapan ini bukan berarti di seluruh Norwegia tidak ada waktu Maghrib sepanjang tahun, melainkan di daerah-daerah yang berada di atas Lingkar Arktik, pada musim tertentu memang matahari tidak terbenam sehingga tanda masuknya waktu Maghrib secara alami tidak terlihat.
Fenomena tersebut justru menjadi bukti betapa luas dan sempurnanya kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah berfirman:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ١
"Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."
(QS. Ali 'Imran: 190)
Perbedaan panjang siang dan malam di berbagai belahan bumi menunjukkan bahwa Allah mengatur alam semesta dengan aturan yang sangat teliti. Tidak ada satu pun yang terjadi secara kebetulan.
Bagaimana Muslim Melaksanakan Shalat?
Islam adalah agama yang mudah dan penuh rahmat. Ketika seorang Muslim tinggal di wilayah yang mataharinya tidak terbenam atau tidak terbit dalam waktu yang lama, para ulama menjelaskan bahwa waktu shalat ditentukan berdasarkan daerah terdekat yang masih memiliki pergantian siang dan malam secara normal, atau mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh lembaga fatwa setempat.
Dengan demikian, kewajiban shalat tetap dapat dilaksanakan tanpa mengurangi syariat Islam.
Pelajaran Iman
Fenomena ini mengajarkan kepada kita bahwa:
Kebesaran Allah tidak terbatas oleh tempat dan waktu.
Al-Qur'an mendorong manusia untuk mengamati alam sebagai tanda kekuasaan-Nya.
Islam adalah agama yang sesuai untuk seluruh umat manusia, di mana pun mereka berada.
Semakin banyak ilmu yang dipelajari, seharusnya semakin bertambah keimanan kepada Allah.
Allah juga berfirman:
وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ ٢٠
وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ ٢١
"Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
(QS. Adz-Dzariyat: 20–21)
Hikmah
Jika Allah mampu mengatur matahari sehingga tidak tenggelam selama berbulan-bulan di sebagian bumi, lalu mengapa kita masih meragukan kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia pada Hari Kiamat?
Semoga setiap fenomena alam semakin menguatkan keimanan kita, menambah rasa syukur, dan mendorong kita untuk semakin taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Rohmad Riyadi, S.Kom
Khadimud Dakwah
WhatSApp: 085719752380
YouTube: RRTVnews
TikTok: Rahmat Assalaamy









0 comments:
Post a Comment