![]() |
| Rohmad Riyadi, S.Kom |
Pangkalan Islam - Hari Tasyrik merupakan salah satu hari istimewa dalam kalender Islam yang datang setelah Hari Raya Idul Adha. Banyak umat Islam mengenalnya sebagai hari makan dan minum, namun sesungguhnya hari tasyrik memiliki makna ibadah, dzikir, dan rasa syukur yang sangat mendalam.
Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari ini masih termasuk bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha dan ibadah haji.
Pengertian Hari Tasyrik
Kata tasyrik berasal dari bahasa Arab تَشْرِيق yang berarti menjemur sesuatu di bawah sinar matahari. Pada masa dahulu, daging hewan kurban dijemur agar lebih tahan lama, sehingga hari-hari tersebut disebut hari tasyrik.
Dalam syariat Islam, hari tasyrik menjadi hari untuk:
1. Memperbanyak dzikir kepada Allah,
2. Menyempurnakan ibadah kurban
3. Menumbuhkan rasa syukur
4. Mempererat ukhuwah Islamiyah
Dasar Al-Qur’an Tentang Hari Tasyrik
Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍۗ
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.”
(QS. Al-Baqarah: 203)
Para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas, Imam Ath-Thabari, dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang berbilang” dalam ayat tersebut adalah hari-hari tasyrik.
Hari tasyrik menjadi momentum memperbanyak:
Takbir, Tahmid, Tahlil, Tasbih, Doa dan istighfar
Hadist Tentang Hari Tasyrik
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)
Hadist ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang seimbang. Setelah umat Islam beribadah dan berkurban, Allah memberikan kesempatan untuk menikmati nikmat-Nya dengan tetap mengingat Allah SWT.
Dalam hadist lain Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini, karena sesungguhnya hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.”
(HR. Ahmad)
Karena itu mayoritas ulama sepakat bahwa puasa pada hari tasyrik hukumnya haram, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan hadyu.
Amalan-Amalan di Hari Tasyrik
1. Memperbanyak Takbir
Disunnahkan membaca takbir setelah shalat fardhu.
Contoh bacaan takbir:
Allahu Akbar Allahu Akbar,
Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,
Allahu Akbar walillaahil hamd.
2. Berdzikir dan Bersyukur
Hari tasyrik adalah waktu terbaik untuk:
Membaca Al-Qur’an
Memperbanyak doa
Bersedekah
Menjaga silaturahmi
Mengingat nikmat Allah
3. Menyembelih Hewan Kurban
Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan hingga akhir tanggal 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.
Pandangan Ulama Tentang Hari Tasyrik
Imam Ibnu Katsir
Beliau menjelaskan bahwa hari tasyrik adalah hari memperbanyak dzikir kepada Allah setelah pelaksanaan ibadah haji dan kurban.
Imam Nawawi
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menerangkan bahwa larangan puasa pada hari tasyrik menunjukkan bahwa Islam menghendaki umatnya menikmati nikmat Allah dengan penuh rasa syukur.
Syaikh Yusuf Al-Qaradawi
Beliau menjelaskan bahwa hari tasyrik mengajarkan keseimbangan antara ibadah spiritual dan kebersamaan sosial.
Hikmah Hari Tasyrik
1. Menumbuhkan Rasa Syukur
Nikmat makanan, kesehatan, dan kebersamaan adalah karunia Allah yang wajib disyukuri.
2. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Pembagian daging kurban dan kebersamaan keluarga memperkuat persaudaraan umat Islam.
3. Menghidupkan Dzikir
Hari tasyrik mengingatkan umat Islam agar tidak lalai dari mengingat Allah meskipun sedang bergembira.
4. Mengajarkan Keseimbangan
Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga kebahagiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mampu menghidupkan hari tasyrik dengan ibadah, dzikir, dan amal saleh.
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Rohmad Riyadi, S.Kom
Khadimud Dakwah








0 comments:
Post a Comment