Pangkalan Islam- Oleh: Sri Nurhidayah *)
,Jumlah penduduk Indonesia per Juni 2016 mencapai 257 juta jiwa. Jika mengacu hitungan akhir Biro Pusat Statistik bahwa orang miskin di Indonesia mencapai hampir 11 persen (10,86 persen), maka ada lebih dari 28 juta penduduk yang masuk kategori miskin. Di sisi lain, meski jumlah umat Islam hari ini mencapai 85 persen, namun Muslim yang masuk dalam kategori miskin secara prosentase lebih dari 85 persen.
Dari beberapa penyebab kemiskinan, faktor rendahnya tingkat pendidikan menjadi faktor utama. Ketiadaan ilmu, hilangnya kesempatan memperoleh pendidikan akan melahirkan ketidakmampuan untuk mengoptimalkan apa yang dimilikinya, muaranya kemiskinan. Dalam sebuah hadits Rasulullah menjelaskan bahwa “Kemiskinan bukan karena seseorang tidak memiliki satu atau dua buah kurma, melainkan karena ketidakmampuan mengelola sumber daya”
Sebenarnya, kesadaran bahwa pendidikan penting, disadari oleh banyak lembaga Islam. Muhammadiyah, saat ini, memiliki lebih dari 8 ribu sekolah mulai dari TK sampai SMA. Beberapa lembaga amil zakat juga mulai memiliki program sekolah bebas biaya. Meski secara umum, sekolah-sekolah Islam memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan mutu dan daya saingnya terutama jika dibandingkan dengan sekolah Kristen dan sekolah Katolik.
Sebagai informasi, saat ini, ada lebih dari 5.000 sekolah Kristen dan 60 prosen berada di wilayah Timur.
Bukan hendak membandingkan sekolah Islam dengan sekolah non Islam, namun ketika kita berbicara kemiskinan yang dialami mayoritas Muslim akibat rendahnya pendidikan, sebenarnya kita telah memiliki solusinya, melalui zakat.
Dalam buku Hukum Zakat, karya Dr Yusuf Qardhawi, dinyatakan secara tegas bahwa seandainya kaum muslimin melaksanakan kewajiban zakat sebagai rukun agama, tentu di kalangan umat tidak akan ditemukan lagi orang-orang yang hidupnya sengsara. Sedikit kutipan dari bab akhir buku tersebut di bawah sub bab Kewajiban Zakat Mampu Mengembalikan Kebesaran Islam. Tulisan mengenai kaum muslimin yang tidak lagi melaksanakan kewajiban zakat.
“.... Kini mereka menjadi tanggungan penganut agama lain, sehingga pendidikan anak-anaknya pun diserahkan ke sekolah-sekolah misi Kristen.... Bila mereka ditanya mengapa mereka tidak mendirikan sekolah itu.. Mereka berkata, ”Kami tidak mempunyai biaya untuk mendirikannya.”...
Memang tidak mudah berikhtiar dalam menjalankan program pendidikan. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Pendidikan bukanlah program pendek dengan hasil cepat. Pendidikan adalah agenda panjang dengan
Saat membuat sekolah bebas biaya bagi anak-anak mustahik, maka dibutuhkan biaya besar untuk membangun infrastruktur awal dan biaya yang lebih besar lagi untuk merawat para guru, pendidik anak-anak di sekolah.
Untuk sekolah-sekolah yang lahir dari inisiasi dari masyarakat, anggaran untuk hak para guru seringkali mengagetkan para pendirinya. Lebih dari separuh biaya rutin sekolah diperuntukkan untuk ini. Memuliakan para pendidik adalah budaya sangat dianjurkan dalam Islam.
Sumber:republika/pi
-








0 comments:
Post a Comment