Pangkalan Islam - Kesehatan Islam Kedua konsep tersebut ditinjau dari perspektif Islam yang mengacu dalam kitab suci Al Quran. Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan sehingga dalam Al Quran dan Hadits ditemui banyak referensi tentang sehat. Misalnya HaditsBukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas,Rasulullah bersabda. “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.” Kosa kata “sehat wal afiat” dalam Bahasa Indonesia mengacu pada kondisi ragawi dan bagian-bagiannya yang terbebas dari virus penyakit. Sehat Wal Afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan pada segi fisik, segi mental maupun kesehatan masyarakat. Menurut Dian Mohammad Anwar dari Foskos Kesweis (Forum Komunikasi dan Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut.Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya. Perlindungan Allah itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara sempurna kecuali bagi orang-orang yang mematuhi petunjuk-Nya. Dengan demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya. Sesuai dengan Sunnah Nabi inilah maka umat Islam diajarkan untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT. Bahkan bisa dikatakan Kesehatan adalah nikmat Allah SWT yang terbesar yang harus diterima manusia dengan rasa syukur. Bentuk syukur terhadap nikmat Allah karena telah diberi nikmatkesehatan adalah senantiasa menjaga kesehatan. Firman Allah dalam Al Quran, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Surah Ibrahim [14]:7). Sebagai seorang Muslim, keyakinan atas kondisi sehat seseorang terkait takdir pula. Meski sudah berperilaku sehat, apabila Allah mentakdirkan ia sakit maka seseorang akan menderita kesakitan. Apabila seseorang ditakdirkan oleh Allah untuk sehat maka sehatlah ia. Janji Allah SWT dalam Surah Asy Syu’araa’ [26]: 78 – 82: “(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku. Dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku. Dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. Sedangkan berdasarkan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi SAW bersabda: Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh kesembuhan atas izin Allah SWT (HR. Muslim). Bahkan Allah SWT tidak akan menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: Allah SWT tidak menurunkan sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yantigobel/konsep-sehat-perspektif-islam_55002634a33311537350fd85
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yantigobel/konsep-sehat-perspektif-islam_55002634a33311537350fd85
Kesehatan Islam
Kedua konsep tersebut ditinjau dari perspektif Islam yang mengacu dalam
kitab suci Al Quran. Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan
sehingga dalam Al Quran dan Hadits ditemui banyak referensi tentang
sehat. Misalnya HaditsBukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu
Abbas,Rasulullah bersabda. “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan
oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Kosa kata “sehat wal afiat” dalam Bahasa Indonesia mengacu pada kondisi
ragawi dan bagian-bagiannya yang terbebas dari virus penyakit. Sehat Wal
Afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan pada segi fisik, segi
mental maupun kesehatan masyarakat.
Menurut Dian Mohammad Anwar dari Foskos Kesweis (Forum Komunikasi dan
Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam
lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat.
Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak
jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata
tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak
disebut.Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik
bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan
Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya.
Perlindungan Allah itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara
sempurna kecuali bagi orang-orang yang mematuhi petunjuk-Nya. Dengan
demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh
manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Sesuai dengan Sunnah Nabi inilah maka umat Islam diajarkan untuk
senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Bahkan bisa dikatakan Kesehatan adalah nikmat Allah SWT yang terbesar
yang harus diterima manusia dengan rasa syukur. Bentuk syukur terhadap
nikmat Allah karena telah diberi nikmatkesehatan adalah senantiasa
menjaga kesehatan. Firman Allah dalam Al Quran, “Dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Surah Ibrahim
[14]:7).
Sebagai seorang Muslim, keyakinan atas kondisi sehat seseorang terkait
takdir pula. Meski sudah berperilaku sehat, apabila Allah mentakdirkan
ia sakit maka seseorang akan menderita kesakitan. Apabila seseorang
ditakdirkan oleh Allah untuk sehat maka sehatlah ia. Janji Allah SWT
dalam Surah Asy Syu’araa’ [26]: 78 – 82: “(Yaitu Tuhan) yang telah
menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku. Dan Tuhanku, yang Dia
memberi Makan dan minum kepadaKu. Dan apabila aku sakit, Dialah yang
menyembuhkan Aku. Dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan
menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni
kesalahanku pada hari kiamat”.
Sedangkan berdasarkan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi
SAW bersabda: Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu
digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh kesembuhan atas izin
Allah SWT (HR. Muslim). Bahkan Allah SWT tidak akan menurunkan penyakit
kecuali juga menurunkan obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan
oleh Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: Allah SWT tidak menurunkan
sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari).
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yantigobel/konsep-sehat-perspektif-islam_55002634a33311537350fd85
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yantigobel/konsep-sehat-perspektif-islam_55002634a33311537350fd85
Kesehatan Islam
Kedua konsep tersebut ditinjau dari perspektif Islam yang mengacu dalam
kitab suci Al Quran. Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan
sehingga dalam Al Quran dan Hadits ditemui banyak referensi tentang
sehat. Misalnya HaditsBukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu
Abbas,Rasulullah bersabda. “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan
oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Kosa kata “sehat wal afiat” dalam Bahasa Indonesia mengacu pada kondisi
ragawi dan bagian-bagiannya yang terbebas dari virus penyakit. Sehat Wal
Afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan pada segi fisik, segi
mental maupun kesehatan masyarakat.
Menurut Dian Mohammad Anwar dari Foskos Kesweis (Forum Komunikasi dan
Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam
lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat.
Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak
jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata
tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak
disebut.Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik
bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan
Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya.
Perlindungan Allah itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara
sempurna kecuali bagi orang-orang yang mematuhi petunjuk-Nya. Dengan
demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh
manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Sesuai dengan Sunnah Nabi inilah maka umat Islam diajarkan untuk
senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Bahkan bisa dikatakan Kesehatan adalah nikmat Allah SWT yang terbesar
yang harus diterima manusia dengan rasa syukur. Bentuk syukur terhadap
nikmat Allah karena telah diberi nikmatkesehatan adalah senantiasa
menjaga kesehatan. Firman Allah dalam Al Quran, “Dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Surah Ibrahim
[14]:7).
Sebagai seorang Muslim, keyakinan atas kondisi sehat seseorang terkait
takdir pula. Meski sudah berperilaku sehat, apabila Allah mentakdirkan
ia sakit maka seseorang akan menderita kesakitan. Apabila seseorang
ditakdirkan oleh Allah untuk sehat maka sehatlah ia. Janji Allah SWT
dalam Surah Asy Syu’araa’ [26]: 78 – 82: “(Yaitu Tuhan) yang telah
menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku. Dan Tuhanku, yang Dia
memberi Makan dan minum kepadaKu. Dan apabila aku sakit, Dialah yang
menyembuhkan Aku. Dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan
menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni
kesalahanku pada hari kiamat”.
Sedangkan berdasarkan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi
SAW bersabda: Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu
digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh kesembuhan atas izin
Allah SWT (HR. Muslim). Bahkan Allah SWT tidak akan menurunkan penyakit
kecuali juga menurunkan obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan
oleh Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: Allah SWT tidak menurunkan
sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari).
- Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yantigobel/konsep-sehat-perspektif-islam_55002634a33311537350fd85








0 comments:
Post a Comment